Kemanusiaan

Persiapan Haul Guru Sekumpul, Warga Purut Memalai Padi Bersama

Foto Berita

**Memalai Anak Padi: Mengukuhkan Ukhuwah dalam Haul Guru Sekumpul di Desa Purut** Pada tanggal 30 Juni 2025, tepat pukul 09.00 pagi, sebuah kegiatan istimewa akan menghiasi bumi Desa Purut. Acara haul Guru Sekumpul yang diselenggarakan dengan penuh khidmat dan suka cita akan menemukan momen ajaibnya ketika anak-anak padi terpilih untuk dipetik dengan penuh kelembutan. Di tengah ladang hijau yang menjulang, para peserta dan warga Desa Purut berkumpul dengan hati penuh syukur. Memalai anak padi tak hanya sekadar ritual seremonial; ia mencerminkan simbolisme kekeluargaan dan kebersamaan yang terpatri dalam kehidupan masyarakat pedesaan. Proses memalai anak padi dimulai dengan doa bersama, merangkai kekuatan spiritual sebagai landasan utama acara.

 

Suasana syahdu pun melingkupi ladang, menyatu dengan semilir angin dan riuh rendah riang anak-anak yang tak sabar menanti momen penting tersebut. Saat matahari mulai menampakkan diri dengan kehangatan pagi, tangan-tangan halus serta tulus mulai menjalar, memilah-milah bulir-bulir padi yang siap dipanen. Setiap helai daun yang dipetik menjadi representasi harmoni sosial, di mana setiap benang emas yang tersimpan melambangkan nilai-nilai persatuan dan kebersamaan yang terpelihara di antara warga Desa Purut. Kemeriahan acara haul Guru Sekumpul semakin terasa kala senandung syair-syair religius mengalun, menyatu dengan derap langkah yang ringan namun penuh makna. Kedekatan dengan alam dan keagungan penciptaan-Nya semakin terasa nyata melalui upaya bersama dalam memalai anak padi. Tujuan utama dari kegiatan ini bukan semata tentang menyuburkan ladang, namun lebih jauh lagi, adalah mempererat ikatan ukhuwah di antara penduduk Desa Purut.

 

 

Melalui prosesi ini, masyarakat belajar bersinergi, bekerja sama, dan saling mendukung—membentuk kekuatan kolektif yang tak terbantahkan. Dengan rasa haru dan kebersamaan yang mengalir seperti aliran sungai, acara haul Guru Sekumpul di Desa Purut tidak hanya meninggalkan jejak di ladang, tetapi juga di relung hati setiap orang yang turut serta merayakan keindahan persaudaraan. Semoga cinta dan kasih sayang yang mereka tanam hari ini akan terus berkembang subur, seperti ladang padi yang siap menghijau setiap musim.